Wednesday, March 6, 2013

Cerita Rakyat: Legenda Asal Usul Padi

Posted by Unknown On 6:23 AM | No comments



Nenek moyang kita dari daerah Jawa mempunyai legenda asal-usul padi Jawa yang unik. Kata yang empunya cerita, Dahulu kala di Kahyangan, Batara Guru yang menjadi penguasa tertinggi kerajaan langit, memerintahkan segenap dewa dan dewi untuk bergotong-royong, menyumbangkan tenaga untuk membangun istana baru di kahyangan. Siapapun yang tidak menaati perintah ini dianggap pemalas, dan akan dipotong tangan dan kakinya. Mendengar titah Batara Guru, Antaboga (Anta) sang dewa ular sangat cemas. Betapa tidak, ia samasekali tidak memiliki tangan dan kaki untuk bekerja. Jika harus dihukum pun, tinggal lehernyalah yang dapat dipotong, dan itu berarti kematian. Anta sangat ketakutan, kemudian ia meminta nasihat Batara Narada, saudara Batara Guru, mengenai masalah yang dihadapinya. Tetapi sayang sekali, Batara Narada pun bingung dan tak dapat menemukan cara untuk membantu sang dewa ular. Putus asa, Dewa Anta pun menangis terdesu-sedu meratapi betapa buruk nasibnya.
Akan tetapi ketika tetes air mata Anta jatuh ke tanah, dengan ajaib tiga tetes air mata berubah menjadi mustika yang berkilau-kilau bagai permata. Butiran itu sesungguhnya adalah telur yang memiliki cangkang yang indah. Barata Narada menyarankan agar butiran mustika itu dipersembahkan kepada Batara Guru sebagai bentuk permohonan agar beliau memahami dan mengampuni kekurangan Anta yang tidak dapat ikut bekerja membangun istana.
Dengan mengulum tiga butir telur mustika dalam mulutnya, Anta pun berangkat menuju istana Batara Guru. Di tengah perjalanan Anta bertemu dengan seekor burung gagak yang kemudian menyapa Anta dan menanyakan kemana ia hendak pergi. Karena mulutnya penuh berisi telur Anta hanya diam tak dapat menjawab pertanyaan si burung gagak. Sang gagak mengira Anta sombong sehingga ia amat tersinggung dan marah. Burung hitam itu pun menyerang Anta yang panik, ketakutan, dan kebingungan. Akibatnya sebutir telur mustika itu pecah. Anta segera bersembunyi di balik semak-semak menunggu gagak pergi. Tetapi sang gagak tetap menunggu hingga Anta keluar dari rerumputan dan kembali mencakar Anta. Telur kedua pun pecah, Anta segera melata beringsut lari ketakutan menyelamatkan diri, kini hanya tersisa sebutir telur mustika yang selamat, utuh dan tidak pecah.
Akhirnya Anta tiba di istana Batara Guru dan segera mempersembahkan telur mustika itu kepada sang penguasa kahyangan. Batara Guru dengan senang hati menerima persembahan mustika itu. Akan tetapi setelah mengetahui mustika itu adalah telur ajaib, Batara Guru memerintahkan Anta untuk mengerami telur itu hingga menetas. Setelah sekian lama Anta mengerami telur itu, maka telur itu pun menetas. Akan tetapi secara ajaib yang keluar dari telur itu adalah seorang bayi perempuan yang sangat cantik, lucu, dan menggemaskan. Bayi perempuan itu segera diangkat anak oleh Batara Guru dan permaisurinya.
Nyi Pohaci Sanghyang Sri adalah nama yang diberikan kepada putri itu. Seiring waktu berlalu, Nyi Pohaci tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik luar biasa. Seorang putri yang baik hati, lemah lembut, halus tutur kata, luhur budi bahasa, memikat semua insan. Setiap mata yang memandangnya, dewa maupun manusia, segera jatuh hati pada sang dewi. Akibat kecantikan yang mengalahkan semua bidadari dan para dewi khayangan, Batara Guru sendiri pun terpikat kepada anak angkatnya itu. Diam-diam Batara guru menyimpan hasrat untuk mempersunting Nyi Pohaci. Melihat gelagat Batara Guru itu, para dewa menjadi khawatir jika dibiarkan maka skandal ini akan merusak keselarasan di kahyangan. Maka para dewa pun berunding mengatur siasat untuk memisahkan Batara Guru dan Nyi Pohaci Sanghyang Sri.

Untuk melindungi kesucian Nyi Pohaci, sekaligus menjaga keselarasan rumah tangga sang penguasa kahyangan, para dewata sepakat bahwa tak ada jalan lain selain harus membunuh Nyi Pohaci. Para dewa mengumpulkan segala macam racun berbisa paling mematikan dan segera membubuhkannya pada minuman sang putri. Nyi Pohaci segera mati keracunan, para dewa pun panik dan ketakutan karena telah melakukan dosa besar membunuh gadis suci tak berdosa. Segera jenazah sang dewi dibawa turun ke bumi dan dikuburkan ditempat yang jauh dan tersembunyi.
Lenyapnya Dewi Sri dari kahyangan membuat Batara Guru, Anta, dan segenap dewata pun berduka. Akan tetapi sesuatu yang ajaib terjadi, karena kesucian dan kebaikan budi sang dewi, maka dari dalam kuburannya muncul beraneka tumbuhan yang sangat berguna bagi umat manusia. Dari kepalanya muncul pohon kelapa; dari hidung, bibir, dan telinganya muncul berbagai tanaman rempah-rempah wangi dan sayur-mayur; dari rambutnya tumbuh rerumputan dan berbagai bunga yang cantik dan harum; dari payudaranya tumbuh buah buahan yang ranum dan manis; dari lengan dan tangannya tumbuh pohon jati, cendana, dan berbagai pohon kayu yang bermanfaat; dari alat kelaminnya muncul pohon aren atau enau bersadap nira manis; dari pahanya tumbuh berbagai jenis tanaman bambu, dan dari kakinya mucul berbagai tanaman umbi-umbian dan ketela; akhirnya dari pusaranya muncullah tanaman padi, bahan pangan yang paling berguna bagi manusia.
Versi lain menyebutkan padi berberas putih muncul dari mata kanannya, sedangkan padi berberas merah dari mata kirinya. Singkatnya, semua tanaman berguna bagi manusia berasal dari tubuh Dewi Sri Pohaci. Sejak saat itu umat manusia di pulau Jawa memuja, memuliakan, dan mencintai sang dewi baik hati, yang dengan pengorbanannya yang luhur telah memberikan berkah kebaikan alam, kesuburan, dan ketersediaan pangan bagi manusia. Pada sistem kepercayaan Kerajaan Sunda kuna, Nyi Pohaci Sanghyang Sri dianggap sebagai dewi tertinggi dan terpenting bagi masyarakat agraris.

Ritual dan Adat
Meskipun kini orang Indonesia kebanyakan adalah muslim atau beragama hindu, sifat dasarnya tetap bernuansa animisme dan dinamisme. Kepercayaan lokal seperti Kejawen dan Sunda Wiwitan tetap berakar kuat dan pemuliaan terhadap Dewi Sri terus berlangsung bersamaan dengan pengaruh Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen. Beberapa kraton di Indonesia, seperti kraton di Cirebon, Ubud, Surakarta, dan Yogyakarta tetap membudayakan tradisi ini. Sebagai contoh upacara slametan atau syukuran panen di Jawa disebut Sekaten atau Grebeg Mulud yang juga berbarengan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad.

Posted by Unknown On 6:22 AM | No comments
Istilah drama dan teater seyogianya dibedakan artinya. Drama dimaksudkan sebagai karya sastra yang dirancang untuk dipentaskan di panggung oleh para aktor di pentas, sedangkan teater adalah istilah lain untuk drama dalam pengertian yang lebih luas, termasuk pentas, penonton, dan tempat lakon itu dipentaskan. Di samping itu salah satu unsur penting dalam drama adalah gerak dan dialog. Lewat dialoglah, konflik, emosi, pemikiran dan karakter hidup dan kehidupan manusia terhidang di panggung. Dengan demikian hakikat drama sebenarnya adalah gambaran konflik kehidupan manusia di panggung lewat gerak.
Drama Remaja
Apabila dilakukan dengan benar, pembelajaran sastra memiliki empat manfaat bagi para siswa, yaitu: membantu keterampilan berbahasa, meningkatkan pengetahuan budaya, mengembangkan cipta dan rasa, serta menunjang pembentukan watak. Oleh karena drama, termasuk satu di antara tiga jenis pokok karya sastra, maka mempelajari drama pun dapat membantu para siswa terampil berbahasa, meningkatkan pengetahuan budayanya, mengembangkan cipta dan karsa, serta dapat menunjang pembentukan watak para siswa.
Dalam memilih bahan pembelajaran drama yang akan disajikan perlu dipertimbangkan dari sudut bahasa, kematangan jiwa (psikologi), dan latar belakang kebudayaan para siswa, di samping itu perlu pula diklasifikasikan berdasarkan tingkat kesukaran dan kriteria-kriteria tertentu lainnya, seperti: berapa banyak teks drama yang tersedia di perpustakaan sekolahnya, kurikulum yang harus diikuti, dan persyaratan bahan yang harus diberikan agar dapat menempuh tes hasil belajar akhir tahun.
Pembelajaran Drama
Ada banyak strategi apresiasi drama sebagai karya sastra. Strategi Strata menggunakan tiga tahapan, yaitu: tahap penjelajahan, tahap interpretasi, dan tahap re-kreasi. Tahap penjelajahan dimaksudkan sebagai tahapan di mana guru memberikan rangsangan kepada para siswa agar mau membaca teks drama dan memahaminya. Tahap interpretasi adalah tahapan mendiskusikan hasil bacaan dengan mendiskusikannya dalam kelompok dengan panduan pertanyaan dari guru. Tahap re-kreasi adalah tahapan sejauh mana para siswa memahami teks drama sehingga mereka dapat mengkreasikan kembali hasil pemahamannya.
Strategi Analisis terhadap teks drama dilakukan dalam tiga tahapan. Tahapan pertama membaca dan mengemukakan kesan awal terhadap bacaannya. Tahap kedua menganalisis unsur pembangun teks drama. Dan tahap ketiga adalah tahap memberikan pendapat akhir yang merupakan perpaduan antara respons subjektif dengan analisis objektif.
Tujuan penting pembelajaran drama adalah memahami bagaimana tokoh-tokoh dalam drama dipentaskan. Dalam pementasan diperlukan pemahaman perbedaan bentuk dan gaya teks drama, serta berbagai macam aturan dalam bermain drama. Cara yang ditempuh, pertama melakukan pembacaan teks drama, berlatih gerak dalam membawakan peran, dan berlatih gerak sambil mengucapkan kata-kata.
Asal-usul Drama di Indonesia
Seperti yang berkembang di dunia pada umumnya, di Indonesia pun awalnya ada dua jenis teater, yaitu teater klasik yang lahir dan berkembang dengan ketat di lingkungan istana, dan teater rakyat. Jenis teater klasik lebih terbatas, dan berawal dari teater boneka dan wayang orang. Teater boneka sudah dikenal sejak zaman prasejarah Indonesia (400 Masehi), sedangkan teater rakyat tak dikenal kapan munculnya. Teater klasik sarat dengan aturan-aturan baku, membutuhkan persiapan dan latihan suntuk, membutuhkan referensi pengetahuan, dan nilai artistik sebagai ukuran utamanya.
Teater rakyat lahir dari spontanitas kehidupan masyarakat pedesaan, jauh lebih longgar aturannya dan cukup banyak jenisnya. Teater rakyat diawali dengan teater tutur. Pertunjukannya berbentuk cerita yang dibacakan, dinyanyikan dengan tabuhan sederhana, dan dipertunjukkan di tempat yang sederhana pula. Teater tutur berkembang menjadi teater rakyat dan terdapat di seluruh Indonesia sejak Aceh sampai Irian. Meskipun jenis teater rakyat cukup banyak, umumnya cara pementasannya sama. Sederhana, perlengkapannya disesuaikan dengan tempat bermainnya, terjadi kontak antara pemain dan penonton, serta diawali dengan tabuhan dan tarian sederhana. Dalam pementasannya diselingi dagelan secara spontan yang berisi kritikan dan sindiran. Waktu pementasannya tergantung respons penonton, bisa empat jam atau sampai semalam suntuk
Perkembangan Drama di Indonesia
Sejarah perkembangan drama di Indonesia dipilah menjadi sejarah perkembangan penulisan drama dan sejarah perkembangan teater di Indonesia. Sejarah perkembangan penulisan drama meliputi: (1) Periode Drama Melayu-Rendah, (2) Periode Drama Pujangga Baru, (3) Periode Drama Zaman Jepang, (4) Periode Drama Sesudah Kemerdekaan, dan (5) Periode Drama Mutakhir.
Dalam Periode Melayu-Rendah penulis lakonnya didominasi oleh pengarang drama Belanda peranakan dan Tionghoa peranakan. Dalam Periode Drama Pujangga Baru lahirlah Bebasari karya Roestam Effendi sebagai lakon simbolis yang pertama kali ditulis oleh pengarang Indonesia. Dalam Periode Drama Zaman Jepang setiap pementasan drama harus disertai naskah lengkap untuk disensor terlebih dulu sebelum dipentaskan. Dengan adanya sensor ini, di satu pihak dapat menghambat kreativitas, tetapi di pihak lain justru memacu munculnya naskah drama. Pada Periode Drama Sesudah Kemerdekaan naskah-naskah drama yang dihasilkan sudah lebih baik dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sudah meninggalkan gaya Pujangga Baru. Pada saat itu penulis drama yang produktif dan berkualitas baik adalah Utuy Tatang Sontani, Motinggo Boesye dan Rendra. Pada Periode Mutakhir peran TIM dan DKJ menjadi sangat menonjol. Terjadi pembaruan dalam struktur drama. Pada umumnya tidak memiliki cerita, antiplot, nonlinear, tokoh-tokohnya tidak jelas identitasnya, dan bersifat nontematis. Penulis-penulis dramanya yang terkenal antara lain Rendra, Arifin C. Noer, Putu Wijaya, dan Riantiarno.
Perkembangan teater di Indonesia dibagi ke dalam: (1) Masa Perintisan Teater Modern, (2) Masa Kebangkitan Teater Modern, (3) Masa Perkembangan Teater Modern, dan (4) Masa Teater Mutakhir. Masa perintisan diawali dengan munculnya Komedi Stamboel. Masa kebangkitan muncul teater Dardanella yang terpengaruh oleh Barat. Masa perkembangan ditengarai dengan hadirnya Sandiwara Maya, dan setelah kemerdekaan ditandai dengan lahirnya ATNI dan ASDRAFI. Dalam masa perkembangan teater mutakhir ditandai dengan berkiprahnya 8 nama besar teater yang mendominasi zaman emas pertama dan kedua, yaitu Bengkel Teater, Teater Kecil, Teater Populer, Studi klub Teater Bandung, Teater Mandiri, Teater Koma, Teater Saja, dan Teater Lembaga.
Ragam Drama
Secara pokok ada lima jenis drama, yaitu: tragedi, komedi, tragikomedi, melodrama, dan farce. Drama tragedi adalah lakuan yang menampilkan sang tokoh dalam kesedihan, kemuraman, keputusasaan, kehancuran, dan kematian. Drama komedi adalah lakon ringan yang menghibur, menyindir, penuh seloroh, dan berakhir dengan kebahagiaan. Tragikomedi adalah gabungan antara tragedi dan komedi. Melodrama adalah lakuan tragedi yang berlebih-lebihan. Dan farce adalah komedi yang dilebih-lebihkan.
:
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama
Unsur-unsur drama lazim dikelompokkan dalam dua kategorisasi, yaitu unsur-unsur intrinsik dan unsur-unsur ekstrinsik. Unsur-unsur intrinsik drama adalah berbagai unsur yang secara langsung terdapat dalam karya sastra yang berujud teks drama, seperti: alur, tokoh, karakter, latar, tema dan amanat, serta unsur bahasa yang berbentuk dialog. Sementara itu, unsur ekstrinsik adalah segala macam unsur yang berada di luar teks drama, tetapi ikut berperan dalam keberadaan teks drama tersebut. Unsur-unsur itu antara lain biografi atau riwayat hidup pengarang, falsafah hidup pengarang, dan unsur sosial budaya masyarakatnya yang dianggap dapat memberikan masukan yang menunjang penciptaan karya drama tersebut.
Analisis Tokoh dan Perwatakan
Untuk dapat menganalisis unsur tokoh dan perwatakan tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tritagonis, kita perlu mendalami terlebih dulu arti pengertian macam-macam tokoh itu dan bagaimana ciri-cirinya. Sementara itu untuk menganalisis karakter tokoh-tokoh tersebut perlu dipahami dengan tepat bagaimana cara pengarang menggambarkan perwatakannya. Dalam drama kebanyakan karakter tokoh dilukiskan dalam dialog-dialog antartokohnya. Dari dialog-dialog itulah tercermin karakter tokoh-tokohnya.
Analisis Latar
Untuk membuat analisis latar terhadap drama diperlukan penguasaan konsep tentang latar fisik, latar spiritual, latar netral, dan latar tipikal. Latar fisik menyangkut ruang dan waktu, latar spiritual erat kaitannya dengan latar fisik. Latar spiritual mencerminkan faktor sosial budaya, adat-istiadat, kepercayaan, tata cara, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh latar fisiknya. Latar tipikal menonjolkan kekhasan suatu daerah tertentu, sedangkan latar netral adalah latar yang tak memiliki sifat khas sesuatu daerah. Drama Iblis mengindikasikan latar netral sehingga dapat dipentaskan di mana dan kapan pun.
Analisis Bahasa
Analisis unsur bahasa adalah analisis dialog dalam teks drama. Melalui dialog yang menggunakan bahasa lisan yang komunikatif, tergambar pemikiran, karakter dan konflik lakuan. Dalam analisis bahasa ini difokuskan pada dua persoalan yang erat kaitannya dengan dialog, yaitu: pemilihan kata dan kalimat (menyangkut panjang-pendeknya kalimat dialog) yang mampu menimbulkan pertentangan di antara protagonis dan antagonisnya, dan pemikiran-pemikiran yang dikandung dalam dialog protagonis maupun antagonisnya. Dari hasil analisis penggalan teks drama Iblis karya Muhammad Diponegoro, antara lain diperoleh hasil bahwa pemilihan kata-kata dan kalimat-kalimatnya sangat cerdas dan tepat. Pemikiran-pemikiran Mohammad Diponegoro bermunculan lewat dialog yang dilontarkan tokoh Ibrahim.
Analisis Alur
Untuk dapat menganalisis unsur alur dalam teks drama, kita perlu mendalami terlebih dulu apakah yang disebut alur itu, dan bagaimana pengaluran dalam drama itu. Lewat teks drama berjudul Sepasang Merpati Tua karya Bakdi Soemanto dapat dianalisis bagian mana saja yang dapat dimasukkan dalam pemaparan, penggawatan, klimaks, peleraian, dan penyelesaiannya.
Analisis Tema
Dalam drama terdapat dua istilah yang berhimpitan artinya, yaitu premis dan tema. Premis diartikan sebagai landasan pokok drama, sedangkan tema adalah penggarapan gagasan pokok yang didukung oleh jalinan unsur tokoh, alur, dan latar cerita serta diformulasikan lewat dialog.
Untuk menganalisis tema kita harus membaca seluruh lakon, dan memahaminya. Kita harus mencermati peristiwa-peristiwa konflik dalam lakon. Konflik dalam drama berkaitan erat dengan tema lakon. Kita perlu memahami seluruh sepak terjang tokoh utamanya, sebab tokoh utama biasanya diberi tugas penting untuk mengusung tema lakon.
Untuk itu, kepada tokoh utama perlu diajukan pertanyaan misalnya: permasalahan (konflik) apa yang dihadapinya, selain tokoh utama, siapa sajakah yang terlibat dalam permasalahan (konflik), bagaimana sikap dan pandangannya terhadap permasalahan (konflik) itu, bagaimana cara berpikir tokoh utama dalam menghadapi permasalahan (konflik), apa yang dilakukannya, dan bagaimana ia mengambil keputusan terhadap permasalahan (konflik) yang dihadapinya.
Analisis Amanat
Amanat adalah pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui lakon dramanya, dan bagaimana jalan keluar yang diberikan pengarang terhadap permasalahan yang dipaparkannya. Amanat erat kaitannya dengan makna, dan bersifat subjektif. Setiap pembaca bebas menafsirkan apa amanat drama yang dibacanya itu baginya.
Ada dua cara penyampaian pesan, yaitu secara langsung (tersurat) dan secara tidak langsung (tersirat). Pesan secara langsung biasanya dititipkan oleh penulis lakon lewat tokoh-tokoh cerita yang berlakuan dalam lakonnya. Kadang-kadang pesan yang ingin disampaikan itu kurang ada hubungannya dengan cerita, atau sesuatu yang sebenarnya berada di luar unsur lakon itu sendiri.
Sebaliknya pesan secara tidak langsung, biasanya disampaikan oleh pengarang lakon secara tersirat dalam kisahan, dan terpadu secara koherensif dengan unsur-unsur cerita yang lain. Apabila kita ingin menafsirkan apa amanat yang mau disampaikan oleh pengarang kepada pembaca, pesan-pesan itu dapat digali melalui peristiwa-peristiwa, konflik-konflik, sikap dan tingkah laku para tokoh dalam menghadapi peristiwa dan konflik itu, baik yang tampak dalam tingkah laku verbal, fisik, maupun yang hanya terjadi dalam perasaan dan pikirannya.
Dasar-dasar Bermain Peran
Untuk menjadi seorang pemain, diperlukan kemampuan dasar-dasar peran seperti kesadaran indra, ekspresi, improvisasi, pernapasan laku, vokal, dan karakterisasi. Kesadaran indra meliputi penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan pengecapan. Kesadaran ini diperlukan untuk menciptakan alasan bagi laku yang dilakukan pemain di atas pentas. Proses itu terjadi karena indra menangkap objek rangsangan dan melahirkan tanggapan. Tanggapan yang muncul dari dalam diri itu menjadi alasan suatu perbuatan. Sebelum tanggapan dalam perbuatan nyata terwujud, reaksi batin terhadap rangsangan itu menjadi pengalaman batinnya.
Ekspresi berkaitan dengan kemampuan pemain mengekspresikan perasaan dan emosi manusia, baik emosinya sendiri maupun emosi orang lain. Seorang pemain diharapkan mempunyai “koleksi” emosi agar dengan mudah berimprovisasi ketika memerankan seorang tokoh. Ekspresi ini diwujudkan dalam bentuk laku (gerak) dan vokal (suara). Hal yang perlu dicatat untuk olah vokal adalah: bukan “berbicara keras”, tetapi “berbicara jelas”.
Improvisasi mencakup tiga pengertian, yaitu 1) menciptakan, merangkai, memainkan, menyajikan, sesuatu tanpa persiapan; 2) menampilkan sesuatu dengan mendadak; 3) melakukan sesuatu begitu saja secara spontan dan apa adanya. Tujuan berlatih improvisasi adalah agar pemain memiliki rangsangan spontanitas. Selain itu, latihan ini dapat menciptakan akting yang wajar, tidak dibuat-buat, dan tampak natural
Pernapasan berkaitan erat dengan sikap rileks. Ketegangan urat leher dan bahu harus dihindari. Penguasaan pernapasan akan menghasilkan dua hal: 1) menjaga stabilnya suara, sekaligus memberikan kemungkinan kepada pemain untuk membuat vokal menjadi lentur sesuai dengan tuntutan peran; 2) menciptakan akting yang wajar dan memikat.
Laku dapat dibagi menjadi empat, yaitu imitatif, indikatif, empatik, dan autistik. Pada umumnya laku empatik dan autistik lebih efektif, dan lebih memberikan kesan mendalam dibandingkan laku imitatif dan indikatif. Namun demikian, untuk adegan-adegan tertentu tetap diperlukan adanya laku imitatif dan indikatif.
Karakterisasi berkaitan dengan bagaimana seorang pemain memposisikan dirinya pada seorang tokoh. Untuk itu, seorang pemain harus mengetahui keseluruhan diri tokoh yang akan diperankan, meliputi ciri fisik, ciri sosial, ciri psikologis, dan ciri moral.
Berbagai Teknik Bermain Peran
Untuk menjadi seorang pemain, seseorang harus mengusai berbagai teknik untuk bermain peran. Teknik itu adalah yaitu teknik pemunculan, teknik memberi isi, teknik pengembangan, teknik pembinaan menuju puncak, teknik timing, serta tempo dan irama.
Teknik Pemunculan (the technique of entrance) berkaitan dengan kesan dan daya tarik pemain ketika masuk ke dalam pentas (playing area). Pemain harus memiliki penguasaan diri yang telah siap untuk memberikan kesan kepada penonton tentang watak yang dimainkan, penonjolan figur watak, dan pembawaan postur yang menarik.
Teknik memberi isi (the technique of phrasing) berkaitan kemampuan seorang pemain menciptakan segala gerak dan dialog menjadi berbobot. Sebagus-bagusnya dialog dalam sebuah naskah drama, akan menjadi tidak berarti jika diucapkan pemain dengan tidak benar, dan tidak diisi dengan penghayatan yang hidup. Secara praktis teknik memberi isi adalah cara untuk menonjolkan emosi dan pikiran dibalik kalimat-kalimat yang diucapkan dan dibalik perbuatan-perbuatan yang dilakukan pemain. Terdapat tiga macam cara memberi tekanan pada isi kalimat, yaitu tekanan dinamik, tekanan nada, dan tekanan tempo.
Teknik pengembangan berkaitan dengan kemampuan pemain mengembangkan dialog dan gerakan (laku). Hal ini penting supaya pementasan berjalan tidak datar, dan dapat memikat penonton. Teknik pengembangan dapat dicapai dengan menggunakan pengucapan dan posisi tubuh. Teknik pengembangan dengan pengucapan dapat dicapai dengan 1) menaikkan volume suara, 2) menaikkan tinggi nada suara, 3) menaikkan kecepatan tempo suara, dan 4) mengurangi volume, tinggi nada, dan kecepatan tempo suara. Teknik pengembangan dengan posisi tubuh dapat dicapai dengan 1) menaikkan tingkatan posisi tubuh, 2) berpaling, 3) berpindah tempat, 4) menggerakkan anggota badan, dan 5) memainkan air muka.
Teknik membina puncak berkaitan dengan kemampuan pemain mengatur emosi, dialog, dan gerak. ketika menjalani puncak-puncak awal atau puncak-puncak pembangun konflik. Keberhasilan perjalanan itu merupakan bekal baik untuk mencapai puncak (klimaks) yang diinginkan dalam suatu pementasan. Terdapat beberapa teknik untuk membina ke arah puncak, yaitu 1) menahan arus perasaan, 2) menahan reaksi terhadap alur cerita, 3) teknik gabungan, 4) teknik kelompok bermain.
Teknik timing berkaitan dengan kemampuan pemain mengatur cepat lambatnya waktu antara gerakan jasmani (laku) dan suara (vokal) yang diucapkan pemain. Teknik timing memiliki efek khusus. Teknik ini dapat dipakai untuk memberi tekanan atau menghilangkan tekanan. Di samping itu, dapat juga untuk menjelaskan suatu perbuatan.
Tempo dan irama berkaitan dengan penggarapan waktu dalam permainan. Cara seorang pemain bermain dengan tempo yang tepat adalah (1) menghayati peran dan jalan cerita serta (2) menyadari teknik bermain. Irama yang dimainkan pemain harus sesuai dengan watak tokoh yang diperankan. Irama yang tepat akan mengikat penonton berlama-lama menonton teater. Gabungan yang kreatif antara tempo dan irama menghasilkan “daya pikat panggung”.
Untuk mahir menguasai teknik-teknik tersebut diperlukan latihan yang berulang-ulang dan waktu yang tidak sebentar. Janganlah bosan, dan nikmatilah proses latihan tersebut.
Pementasan Drama
Pementasan drama adalah hasil perwujudan dari naskah yang dimainkan. Pementasan drama terwujud pada saat dimulai hingga selesainya naskah tersebut dimainkan. Sebelum dan sesudah waktu dimainkan tidak terdapat adanya pementasan, yang ada hanyalah naskah.
Pementasan naskah drama merupakan kerja kolaborasi dari berbagai komponen. Komponen tersebut adalah naskah, sutradara, pengurus produksi, pemain, dan tim artistik. Seluruh komponen ini harus dipersiapkan dan diatur dengan baik untuk menunjang pementasan yang baik.
Dramatisasi Cerita Drama
Pada prinsipnya, dramatisasi cerita drama adalah memahami dan mengeksplorasi naskah secara sungguh-sungguh, kemudian membuat rencana untuk mementaskan naskah tersebut bersama seluruh anggota kelompok. Adapun langkah-langkah dramatisasi adalah sebagai berikut.
1. mengemukakan cerita (naskah) kepada anggota kelompok pementasan.
2. mengolah dialog, merencanakan peran, dan adegan pementasan.
3. memainkan naskah itu, baik bertahap maupun menyeluruh.
4. evaluasi permainan.
5. memainkan ulang.
6. evaluasi akhir dan persiapan pementasan.
Konsep Pantomim
Pantomim merupakan pertunjukan yang para pemainnya mengekspresikan diri melalui isyarat untuk menampilkan sebuah kisah. Di sini pemain mempertunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui pemain tidak mempertunjukkan kemampuan olah vokal dalam dialognya.
Pantomim berbeda dengan gerakan improvisasi. Improvisasi adalah dialog atau gerakan-gerakan yang tidak dipersiapkan sebelumnya. Improvisasi tidak hanya dalam gerakan tetapi juga dalam kata-kata. Memang untuk bermain pantomim, kemampuan berimprovisasi gerak sangatlah diperlukan.
Bermain dan mengajarkan pantomim memberikan pengalaman yang sangat mengesankan. Anak didik akan memiliki kemampuan ekspresi dan improvisasi yang besar. Hal ini menimbulkan pengalaman berharga dalam diri Anda, bahwa Anda telah menghantarkan anak untuk terjun dalam dunia pementasan drama di kemudian hari.
Pantomim menghadirkan sebuah kisah. Kisah ini dapat diambilkan dari kehidupan sehari-hari maupun dari karya sastra. Apabila cerita diambil dari karya sastra, berarti pemain sekaligus belajar menginterpretasikan karya sastra. Cerita yang dipilih seharusnya mengandung akting yang berkelanjutan dari awal hingga akhir. Berapa cerita memerlukan pengeditan untuk ditampilkan dalam bentuk pantomim. Prinsip pengeditan adalah memaksimalkan kebutuhan akting dan membuat plot tetap menarik dengan adanya klimaks dan akhir cerita.
Teknik Bermain Pantomim
Untuk bermain pantomim, pemain harus melakukan latihan-latihan dasar yang meliputi improvisasi, kemampuan indra, sikap tubuh dan ekspresi wajah, emosi. Selain itu, seorang guru harus memperhatikan kiat-kiat berlatih dan melatih pantomim yang terdiri dari memilih topik cerita, mendiskusikan cerita, akting, mengatasi kondisi macet, musik, dan pengelompokan.
Improvisasi berarti a) menciptakan, merangkai, memainkan, menyajikan sesuatu tanpa persiapan; b) menampilkan sesuatu dengan mendadak; c) melakukan sesuatu begitu saja secara spontan dan apa adanya. Improvisasi perlu dilatih secara rutin agar pemain memiliki rangsangan spontanitas serta dapat menciptakan akting yang wajar, tidak dibuat-buat, dan tampak natural. Kemampuan indra yang perlu dilatih meliputi indra pencicipan, peraba, pendengaran, penglihatan, dan penciuman. Latihan mengolah sikap tubuh dan ekspresi wajah sangat diperlukan untuk menggambarkan suasana batin. Latihan ini disertai perasaan dan imajinasi serta dilakukan secara rutin agar mencapai keluwesan dan kewajaran. Latihan untuk mengembangkan dan mengolah emosi sangat diperlukan Untuk itu perlu dicari suasana untuk menggali dan mengeksplorasi berbagai emosi yang ada dalam kehidupan manusia.
Menentukan topik cerita merupakan langkah pertama untuk bermain pantomim Topik cerita dapat diperoleh dari a) menonton pantomim sederhana yang Anda peragakan, b) pengamatan akan sekitar, dan c) sastra (lisan) yang sudah ada. Cerita itu perlu disusun, kemudian diedit menjadi cerita yang siap untuk dipantomimkan.
Diharapkan Anda mendiskusikan cerita ini bersama anak didik. Untuk berakting yakinkanlah anak didik dengan menumbuhkan cerita pada pikiran, perasaan, dan juga indra. Evaluasi latihan ditujukan untuk mendorong anak didik mengembangkan akting mereka. Jika di tengah berakting anak didik tidak dapat berkembang karena malu, gunakanlah teknik pantomim bertopeng. Setelah akting dapat berjalan dengan baik, rancanglah musik untuk mengiringi pantomim. Terakhir, buatlah kelompok berdasarkan kemampuan anak didik untuk berpantomim. Hal ini diperlukan untuk memberikan materi dan perlakuan yang tepat terhadap anak didik.
Menuturkan Cerita Drama Secara Berkelompok
Menuturkan cerita drama atau yang dikenal dengan istilah drama reading merupakan suatu bentuk pertunjukkan tersendiri seperti halnya poetry reading dan deklamasi. Oleh karena itu, kemampuan untuk mencapai mutu reading – merupakan pusat perhatian.
Dalam drama reading juga diperlukan kerja sutradara. Bahkan, penggarapan dalam drama reading dapat dipandang sebagai latihan tahap permulaan calon sutradara menangani suatu naskah. Drama reading sangat penting untuk calon aktor atau pun calon sutradara, karena risikonya masih sangat kecil dibandingkan dengan penanganan drama panggung.
Terdapat dua jenis drama reading, yaitu (1) drama reading tanpa dikaitkan dengan pembicaraan tentang naskah yang dipentaskan dan (2) drama reading yang disertai dengan play review (ulasan tentang naskah yang dipentaskan).
Pelaksanaan drama reading berkelompok, banyaknya pemain didasarkan pada jumlah peran dalam naskah. Untuk itu, diperlukan kejelian seorang sutradara di dalam menggarapnya. Hasilnya ditentukan oleh kemampuan sutradara dalam menggarap naskah, menggarap pemain beserta vokalnya, dan menggarap tim artistiknya.
Perubahan setting dan perubahan babak digarap dengan memberikan pengantar yang memberi tahu tentang teks samping, misalnya peran melangkah atau mengambil barang, dan sebagainya. Namun, tidak semua teks samping dalam naskah dibacakan; cukup dipilih yang sangat penting saja.
Menuturkan Cerita Drama Secara Individual
Selain secara berkelompok, menuturkan cerita drama (drama reading) dapat juga dilakukan secara individual. Maksudnya, dalam drama ini seorang pemain menganalisis sebuah naskah sendiri dan sekaligus membawakannya sendirian, tanpa bantuan orang lain. Kalaupun bantuan itu ada, hanyalah berupa ilustrasi musik atau sound efect yang untuk mengerjakannya terpaksa dengan bantuan orang lain.
Drama reading individual memerlukan beberapa kiat, yaitu yang berkaitan dengan pemain, naskah, dan teknis pentas. Dalam pementasan ini diperlukan kesungguhan dan keahlian pemain untuk menguasai teknik vokal. Selain itu, pemain harus mampu menghayati watak dari masing-masing tokoh. Naskah yang dipentaskan sebaiknya tidak panjang dan terdiri dari tokoh-tokoh yang karakternya jelas berbeda. Pementasan drama ini perlu memperhatikan komponen pementasan, misalnya pemakaian backdrop, level, efek suara, dan musik.
Menulis Cerita Drama
Inti sebuah drama adalah gerak, yang menyajikan suatu perbuatan sehingga memunculkan suatu peristiwa-peristiwa. Untuk menulis cerita drama ada berbagai macam permasalahan yang perlu diketahui dan dipertimbangkan, yaitu: 1) mengenal hukum drama, bahwa sebuah lakon harus menyajikan konflik antara dua kekuatan yang akan melahirkan dramatic action; 2) mengetahui sumber penulisan drama yang berwujud tingkah laku manusia; 3) mengetahui kerangka drama yang berupa action atau gerak yang didasari oleh motif, 4) mengenali bahan-bahan penulisan yang berbentuk tema lakon, karakter untuk mengembangkan konflik, dan rentetan situasi serta alat penulisan drama yang berupa dialog; 5) mengenali proses inspirasi yang merangsang penciptaan; dan 6) mengetahui struktur dan ketegangan dramatik yang dipaparkan oleh Aristoteles dan Gustav Freytag.
Mengubah ceritak ke Dalam Bentuk Drama
Teks drama dapat dibuat dengan cara mengubah cerita rakyat, legenda, fabel, dan cerita pendek yang banyak dimuat dalam surat kabar dan majalah. Caranya, guru meminta kepada para siswa untuk membaca cerita sebanyak-banyaknya. Dari hasil bacaannya, para siswa dapat menemukan gagasan yang menarik sehingga dapat dijadikan bahan untuk menulis lakon. Dari cerita yang dipilihnya, para siswa diminta untuk memilih dan mencari situasi dramatik yang ada di dalamnya. Situasi dramatik itulah yang akan mereka pergunakan untuk latihan menulis naskah drama dengan meminta para siswa menuliskan dialog secara imajiner. Berangkat dari percakapan seperti itu akan mengarahkan kepada situasi tokoh yang sesuai dengan situasi dramatik yang akan dihadirkannya.
Dalam membuat dialog perlu diperhatikan bahwa melalui dialog antartokohnya harus tergambar karakternya. Dalam dialog perlu pula diperhatikan beberapa segi seperti: kosakata, frase dan kalimat, irama, tekanan, jeda, tempo, dan pola vokal para tokohnya. Akan tetapi sebelum membuat dialog harus dipikirkan tokoh protagonis dan antagonisnya yang berlaku dalam drama yang akan disusun. Perlu pula diperhatikan unsur latar lakon. Untuk menggambarkan latar diperlukan pengamatan dengan cermat. Juga kostum para pemainnya. Dalam menulis lakon, unsur-unsur yang disediakan harus dipilih dan difokuskan pada tema. Dengan tema yang menjadi fokus, maka strukturnya dapat dibangun.
Memetik Nilai Drama
Melalui alur cerita yang berbentuk dialog, sikap dan tingkah laku tokoh-tokohnya, kita dapat memetik nilai-nilai atau mengambil hikmah dari pesan-pesan moral yang disampaikan atau diamanatkan oleh pengarang lakon. Jenis dan wujud nilai-nilai yang terdapat dalam lakon-lakon drama akan menyangkut seluruh persoalan harkat dan martabat manusia, baik persoalan hubungan manusia dengan dirinya sendiri, misalnya: rasa takut, percaya diri, dendam, rindu, kesepian, keterombang-ambingan antara beberapa macam pilihan, yang lebih bersifat melibat ke dalam diri sendiri; hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam, antara lain dapat berupa: persahabatan yang kokoh dan yang rapuh, kesetiaan, pengkhianatan, kekeluargaan: hubungan suami-istri, orang tua anak, cinta kasih sesama, orang tua, dan tanah air; serta hubungan manusia dengan Tuhannya, misalnya, dapat berwujud keterombang-ambingan antara berbuat kebaikan atau keburukan, keimanan dan ketakwaan, penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukannya, dan sebagainya.
Dalam menyampaikan nilai-nilai, ada dua bentuk penyampaian, yaitu secara langsung, dan tak langsung. Penyampaian nilai-nilai secara langsung, biasanya terasa dipaksakan dan kurang koherensif dengan unsur-unsur drama yang lain. Sementara itu, yang disampaikan secara tidak langsung, nilai-nilainya tersirat dalam kisahan, terpadu secara koherensif dengan unsur-unsur perilaku tokoh-tokoh, dialog, dan sikap antara tokoh yang satu dengan yang lain, serta dapat ditangkap oleh pembaca/penonton apabila dicermati dengan teliti.
Menilai Drama
Untuk menilai teks drama, dapat ditempuh dengan cara antara lain mengadopsi Strategi Strata, terutama pada tahap interpretasi dan rekreasi. Pada tahap interpretasi terhadap teks Malam Jahanam misalnya, dapat ditanyakan antara lain: apakah alur kisahan dapat mengungkapkan buah pikiran pengarang dengan baik; apakah tokoh-tokoh seperti Mat Kontan, Paijah, dan Soleman yang digambarkan Motinggo Boesye dalam drama itu mungkin ditemukan dalam kehidupan nyata; dapatkah Anda memahami apabila Mat Kontan bernafsu untuk membunuh pembunuh burung beonya; adakah kejanggalan-kejanggalan pada perbuatan Mat Kontan dan perkataannya; apakah bahasa yang dipergunakan tokoh-tokohnya sesuai dengan watak mereka masing-masing; apakah nilai-nilai yang dipaparkan secara tersirat oleh pengarang terungkap dengan jelas; apakah pesan pengarang terungkapkan dengan jelas; apakah lakon drama ini cukup baik/buruk menurut Anda; dan sebagainya. Pada tahap rekreasi penilai dapat membuat resensi atas drama Malam Jahanam.
Sementara itu, untuk menilai suatu pementasan, dapat dianalisis bagaimana teknik ucapan, teknik memberi isi, teknik timing, tempo permainan, sikap badan, menanggapi dan mendengar, serta apakah terlalu banyak penjelasan ataukah tidak. Hasil penilaiannya dapat dituliskan dalam bentuk resensi pementasan.
Meringkas Cerita Drama
Ada patokan yang dapat dipergunakan untuk membuat ringkasan, yaitu:
Pertama, membaca naskah asli teks drama satu atau dua kali untuk menangkap maksud pengarang secara menyeluruh. Judul drama, babak, adegan, petunjuk pengarang, prolog, dan epilognya jika ada dapat dijadikan pegangan. Untuk mendapatkan maksud pengarangnya, sebenarnya sudah tertera dalam judul teks drama. Setelah menangkap kesan secara umum lewat judul teks drama, selanjutnya dapat membaca dengan teliti babak, adegan, dialog, petunjuk pengarang, prolog dan epilognya.
Kedua, menangkap gagasan utama untuk menangkap maksud pengarangnya, dengan jalan membaca kembali kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf yang tersusun dalam dialog, petunjuk pengarang, adegan demi adegan, dan babak demi babak, sambil mencatat semua gagasan yang penting. Catatan-catatan itu berguna untuk menyusun sebuah ringkasan.
Ketiga, membuat reproduksi.. Berlandaskan catatan-catatan dan kesan umum yang telah diperoleh, semua gagasan yang sudah dicatat harus disusun menjadi kalimat-kalimat baru. Jangan tergoda untuk menggunakan kalimat asli dari pengarangnya. Kalimat asli boleh digunakan bila kalimat itu dianggap penting karena merupakan prinsip atau perumusan yang padat. Sebaiknya susunan kalimatnya berupa kalimat tunggal. Paragraf-paragraf dalam dialog yang hanya berisi ilustrasi, contoh, atau deskripsi dapat dihilangkan. Pertahankan susunan gagasan asli. Ringkaslah gagasan-gagasan dalam urutan seperti urutan naskah asli. Dalam meringkas tidak boleh ada hal baru yang dimasukkan, atau memasukan pemikirannya sendiri. Oleh karena itu, janganlah memberi interpretasi, mengomentari, atau mempersoalkan gagasan pengarangnya. Ringkasan harus ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga. Dialog harus diubah dalam bentuk bahasa tak langsung. Panjang ringkasan biasanya berkisar seper lima atau sepersepuluh dari karangan asli.
Menyadur Cerita Drama
Ada berbagai macam ragam terjemahan, yaitu dilihat dan tujuannya, hasil akhirnya, materi, dan media penyampaiannya. Yang berkaitan dengan saduran adalah penerjemahan dilihat dari hasil akhir penerjemahannya, yaitu sampai seberapa jauh derajat kesetiaannya terhadap teks aslinya dalam bahasa sumber. Dalam kelompok ini dapat digolongkan ke dalam: (1) kelompok penerjemahan harfiah, yaitu penerjemahan yang mengutamakan kesetiaan kata demi kata dalam teks aslinya; (2) kelompok alih bahasa yang derajat kesetiaannya sekitar enam puluh sampai tujuh puluh persen terhadap teks aslinya; (3) kelompok yang disebut saduran. Dalam kelompok yang disebut sebagai saduran ini pengarang dalam bahasa sasaran hanyalah mengambil ide-ide pokok dalam bahasa sumbernya, sedangkan penulisannya bebas memakai contoh-contoh dan ungkapannya sendiri; (4) kelompok penerjemahan dinamis di mana penerjemah mencari padanan yang sedekat mungkin dengan teks aslinya dalam bahasa sumber tidak kata demi kata, atau kalimat per kalimat, tetapi harus memperhatikan makna teks secara keseluruhan.
Buku Drama Karya B. Rahmanto

asal usul alat musik

Posted by Unknown On 6:20 AM | No comments

Gitar


Sebelum kita tahu dan bisa bermain gitar tidak ada salahnya kita mengerti dulu tentang sejarah alat musik gitar ini, karena dengan kita mengenalnya bukankah kita lebih bisa mencintainya ?? inilah secuil tentang sejarah gitar
Dari Babilonia hingga Senar Enam
Sejarah gitar dipercaya dimulai di wilayah Timur Dekat. Di antara puing-puing yang di temukan di Babilonia, yang paling relevan adalah gitar yang dibuat pada 1900-1800 SM. Dari masa itu, hingga tahun 1650, gitar mengalami evolusi yang begitu rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masing-masing memiliki nama yang berbeda.
Beberapa kalangan berpendapat lain, menganggap gitar justru berasal dari negara Spanyol karena alat musik gitar mirip sama alat musik Spanyol yang bernama Vihuela yang beredar pada awal abad ke-16. Alat baru ini (gitar) mempunyai cara pembuatan yang sama dengan alat musik ukulele. Gitar pertama kali yang dibuat sebenarnya berukuran sangat kecil dan juga hanya memiliki empat dawai, seperti ukulele.
Pada masa klasik banyak terdapat publikasi yang dilakukan oleh para pembuat lagu dan juga para pemusik. Seperti Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassi, Fernando Caulli, dan masih banyak para pencipta yang mengembangakan metode bermain gitar yang akhirnya menjadi permainan yang umum dan dapat diterima.
Instrumen yang penting kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick.
Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak.
Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar.
Ada pula Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana.
Masih banyak jenis gitar lainnya yang terus berkembang. Gitar seperti yang kita kenal sekarang, yaitu bersenam enam, baru muncul sekitar tahun 1750. Dan selama sekitar 90 tahun berikutnya (hingga tahun 1840), gitar senar enam ini cukup pesat berkembang di Spanyol.
Masuknya Gitar di Indonesia
Penjajahan, selain menyisakan catatan kepedihan, juga seni. Salah satunya adalah dibawanya gitar oleh orang-orang Purtugis di sekitar abad ke-17.
Pada waktu itu sejumlah tawanan asal Portugis di Malaka dimukimkan oleh Belanda di kawasan berawa-rawa di Jakarta Utara, di sebuah kampung Tugu. Agar mereka tidak bosan, mereka menghibur diri dengan bermain musik. Nah, musik yang mereka gunakan saat itu adalah gitar. Konon, dari hasil pengenalan rakyat terhadap alat musik itu, lahirlah beberapa alat musik petik yang dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu keroncong.
Ada 3 jenis gitar yang dimainkan para tawanan saat itu, yaitu :
1.Gitar Monica, yang terdiri dari 3 dawai
2.Gitar Rorenga, yang terdiri dari 4 dawai
3.Gitar Jitera, yang terdiri dari 5 dawai.
Dua abad kemudian gitar dan keroncong menjadi populer di kalangan bangsawan dan kemudian menyebar ke pelosok tanah air.
Gitar Elektrik
Di zaman modern, orang mulai mengenal gitar yang memanfaatkan sumber daya listrik. Bunyi yang dihasilkanya berbeda dengan bunyi gitar klasik.Gitar listrik pertama kali dibuat pada 1932 oleh Adolphus Rickenbacker. Gitar ini mengambil bentuk rancangan gitar Spanyol tradisional.
Setelah itu, perkembangannya terus berlanjut. Ide yang mempercepat perkembangannya diawali dari sering diadakannya konser-konser dengan jumlah penonton yang banyak; sehingga jikalau tanpa bantuan sound system, suaranya tak terdengar, apalagi bila penonton berteriak-teriak riuh.
Produsen gitar bermunculan di mana-mana. Dua yang terkenal adalah Fender dan Ibanez. Selain itu, media-media juga mempublikasikan pemain-pemain gitar hebat melalui mejalah bergengsi seperti Guitar Player. Kini, komponen-komponen pada gitar listrik, seperti bridge/tremolo, pick-up, juga senar, bahkan diproduksi terpisah dari produser gitar.
Ada pula hal-hal yang nyentrik dalam perkembangan gitar seperti gitar bersenar tujuh yang dipopulerkan oleh Steve Vai di tahun 1989. Ide ini datang saat ia bergabung dengan David Lee Roth Band pada tahun 1985, menggarap album Crazy from the Heat. Ia memutuskan demikian karena sang bassis, Billy Sheehan, sering menyetel bassnya dengan formasi lain bernama Drop D Tuning (dari atas ke bawah: D-A-D-G, umumnya E-A-D-G). Bekerjasama dengan Ibanez tahun 1987, akhirnya lahirlah gitar pertama bersenar tujuh, dengan dawai teratas, alias ketujuh, bernada B. Gitar ini dinamakan The Universe-7 String. Vai juga memiliki gitar dengan neck yang berlawanan (menghadap ke kiri dan kanan), untuk membuktikan kemampuannya bermain kidal.
Sementara itu, Eddie van Halen, menjadi pelopor dalam penggunaan whammy bar up-down yang kemudian dikenal sebagai Floyd Rose tremolo/bridge. Inovasi ini lengkap dengan pengunci senar pada bagian nut gitar. Sistem ini dikenal sebagai locking nut tremolo system.
Eddie mengembangkan sistem tremolo yang sudah ada sebelumnya. Yaitu tremolo yang hanya bisa ditekan down atau turun (menghasilkan nada yang lebih rendah). Sistem lama ini dikembangkan oleh pabrik Fender dan terpasang sebagai perlengkapan standar pada model Stratocaster. Inovasi ini terpikir olehnya pada sekitar tahun 1976. Saat itu para gitaris hebat seperti Ritchie Blackmore dan Jimmy Page sering mengalami masalah pada tuning gitar mereka. Karena mereka sering mem-bending senar terlalu banyak untuk menghasilkan suara yang 1½ nada lebih tinggi. Akibatnya senar jadi kendor dan tentunya nadanya juga jadi fals. Dengan locking nut tremolo system, senar dikunci di bagian nut gitar agar tidak bergeser ketegangannya.
Sedikit tambahan, pada tahun 1991 juga pernah dibuat gitar yang paling besar di Amerika Serikat, tepatnya di Indiana. Bayangkan, panjangnya sampai11 meter, hampir sama panjang dengan dua buah mobil limosin! Gitar ini membutuhkan 6 orang untuk memainkannya.

Gambus

Gambus adalah alat musik petik seperti mandolin yang berasal dari Timur Tengah iaitu dari Turki dan Mesir. Di datang ke Tanah Melayu sekitar tahun 1800 dan paling popular di Negeri Johor.Paling sedikit gambus dipasangi 3 senar sampai paling banyak 12 senar. Gambus dimainkan sambil diiringi gendang. Sebuah orkes memakai alat musik utama berupa gambus dinamakan orkes gambus atau disebut gambus saja.Orkes gambus mengiringi tari Zapin yang seluruhnya dibawakan orang lelaki untuk tari pergaulan. Lagu yang dibawakan berirama Timur Tengah. Sedangkan tema liriknya adalah keagamaan. Alat musiknya terdiri dari biola, gendang, tabla dan seruling.

Angklung

Angklung adalah alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat, terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.

Asal-usul Angklung

 
Anak-anak bermain angklung.
Dalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis kesenian yang disebut angklung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung; tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.
Angklung merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.
Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Stephano, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.
Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip).
Perenungan masyarakat Sunda dahulu dalam mengolah pertanian (tatanen) terutama di sawah dan huma telah melahirkan penciptaan syair dan lagu sebagai penghormatan dan persembahan terhadap Nyai Sri Pohaci, serta upaya nyinglar (tolak bala) agar cocok tanam mereka tidak mengundang malapetaka, baik gangguan hama maupun bencana alam lainnya. Syair lagu buhun untuk menghormati Nyi Sri Pohaci tersebut misalnya:
Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Perkembangan selanjutnya dalam permainan Angklung tradisi disertai pula dengan unsur gerak dan ibing (tari) yang ritmis (ber-wirahma) dengan pola dan aturan=aturan tertentu sesuai dengan kebutuhan upacara penghormatan padi pada waktu mengarak padi ke lumbung (ngampih pare, nginebkeun), juga pada saat-saat mitembeyan, mengawali menanam padi yang di sebagian tempat di Jawa Barat disebut ngaseuk.
Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.
Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana.
Bahkan, sejak 1966, Devil jo Ngalagena —tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.

“Angklung Kanekes”


Angklung di daerah Kanekes (kita sering menyebut mereka orang Baduy) digunakan terutama karena hubungannya dengan ritus padi, bukan semata-mata untuk hiburan orang-orang. Angklung digunakan atau dibunyikan ketika mereka menanam padi di huma (ladang). Menabuh angklung ketika menanam padi ada yang hanya dibunyikan bebas (dikurulungkeun), terutama di Kajeroan (Tangtu; Baduy Jero), dan ada yang dengan ritmis tertentu, yaitu di Kaluaran (Baduy Luar). Meski demikian, masih bisa ditampilkan di luar ritus padi tetapi tetap mempunyai aturan, misalnya hanya boleh ditabuh hingga masa ngubaran pare (mengobati padi), sekitar tiga bulan dari sejak ditanamnya padi. Setelah itu, selama enam bulan berikutnya semua kesenian tidak boleh dimainkan, dan boleh dimainkan lagi pada musim menanam padi berikutnya. Menutup angklung dilaksanakan dengan acara yang disebut musungkeun angklung, yaitu nitipkeun (menitipkan, menyimpan) angklung setelah dipakai.
Dalam sajian hiburan, Angklung biasanya diadakan saat terang bulan dan tidak hujan. Mereka memainkan angklung di buruan (halaman luas di pedesaan) sambil menyanyikan bermacam-macam lagu, antara lain: Lutung Kasarung, Yandu Bibi, Yandu Sala, Ceuk Arileu, Oray-orayan, Dengdang, Yari Gandang, Oyong-oyong Bangkong, Badan Kula, Kokoloyoran, Ayun-ayunan, Pileuleuyan, Gandrung Manggu, Rujak Gadung, Mulung Muncang, Giler, Ngaranggeong, Aceukna, Marengo, Salak Sadapur, Rangda Ngendong, Celementre, Keupat Reundang, Papacangan, dan Culadi Dengdang. Para penabuh angklung sebanyak delapan orang dan tiga penabuh bedug ukuran kecil membuat posisi berdiri sambil berjalan dalam formasi lingkaran. Sementara itu yang lainnya ada yang ngalage (menari) dengan gerakan tertentu yang telah baku tetapi sederhana. Semuanya dilakukan hanya oleh laki-laki. Hal ini berbeda dengan masyarakat Daduy Dalam, mereka dibatasi oleh adat dengan berbagai aturan pamali (pantangan; tabu), tidak boleh melakukan hal-hal kesenangan duniawi yang berlebihan. Kesenian semata-mata dilakukan untuk keperluan ritual.
Nama-nama angklung di Kanekes dari yang terbesar adalah: indung, ringkung, dongdong, gunjing, engklok, indung leutik, torolok, dan roel. Roel yang terdiri dari 2 buah angklung dipegang oleh seorang. Nama-nama Barroth dari yang terpanjang adalah: bedug, talingtit, dan ketuk. Penggunaan instrumen bedug terdapat perbedaan, yaitu di kampung-kampung Kaluaran mereka memakai bedug sebanyak 3 buah. Di Kajeroan; kampung Cikeusik, hanya menggunakan bedug dan talingtit, tanpa ketuk. Di Kajeroan, kampung Cibeo, hanya menggunakan bedug, tanpa talingtit dan ketuk.
Di Kanekes yang berhak membuat angklung adalah orang Kajeroan (Tangtu; Baduy Jero). Kajeroan terdiri dari 3 kampung, yaitu Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Di ketiga kampung ini tidak semua orang bisa membuatnya, hanya yang punya keturunan dan berhak saja yang mengerjakannya di samping adanya syarat-syarat ritual. Pembuat angklung di Cikeusik yang terkenal adalah Ayah Amir (59), dan di Cikartawana Ayah Tarnah. Orang Kaluaran membeli dari orang Kajeroan di tiga kampung tersebut.

“Angklung Dogdog Lojor”


Kesenian dogdog lojor terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul yang tersebar di sekitar Gunung Halimun (berbatasan dengan jakarta, Bogor, dan Lebak). Meski kesenian ini dinamakan dogdog lojor, yaitu nama salah satu instrumen di dalamnya, tetapi di sana juga digunakan angklung karena kaitannya dengan acara ritual padi. Setahun sekali, setelah panen seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren Taun di pusat kampung adat. Pusat kampung adat sebagai tempat kediaman kokolot (sesepuh) tempatnya selalu berpindah-pindah sesuai petunjuk gaib.
Tradisi penghormatan padi pada masyarakat ini masih dilaksanakan karena mereka termasuk masyarakat yang masih memegang teguh adat lama. Secara tradisi mereka mengaku sebagai keturunan para pejabat dan prajurit keraton Pajajaran dalam baresan Pangawinan (prajurit bertombak). Masyarakat Kasepuhan ini telah menganut agama Islam dan agak terbuka akan pengaruh modernisasi, serta hal-hal hiburan kesenangan duniawi bisa dinikmatinya. Sikap ini berpengaruh pula dalam dalam hal fungsi kesenian yang sejak sekitar tahun 1970-an, dogdog lojor telah mengalami perkembangan, yaitu digunakan untuk memeriahkan khitanan anak, perkawinan, dan acara kemeriahan lainnya. Instrumen yang digunakan dalam kesenian dogdog lojor adalah 2 buah dogdog lojor dan 4 buah angklung besar. Keempat buah angklung ini mempunyai nama, yang terbesar dinamakan gonggong, kemudian panembal, kingking, dan inclok. Tiap instrumen dimainkan oleh seorang, sehingga semuanya berjumlah enam orang.


At first, this map was named aim_college. But search engine result shows that the name has already been used. Then it was changed to aim_campus. We also plan to make the DE version. Unfortunately, the name de_campus also has been taken. Finally we decide to name it KAMPUS. Both de_kampus and aim_kampus are still available! Besides, it sounds more Asian too, lol.
Welcome to the campus kampus!
Aim_Kampus preview in Counter Strike 1.6
Aim_Kampus preview in Condition Zero
De_Kampus preview in Counter Strike 1.6
De_Kampus preview in Condition Zero
Credits:
-Map Design & Texture are based from Emmanuel College, Cambridge
-WAD Texture by CounterStrikePointBlank.Wordpress.com
+czde_chateau.wad(TurtleRock Studios), cs_hk.wad(Nexon)
-Mapping & compile by CounterStrikePointBlank.Wordpress.com
Story:
The campus is famous of its science. Some students wanted to show their talents in drama. They were rejected and were expelled. Few years later, they return -now armed- to teach their (former) campus a lesson.
Download links:
====================
aim_kampus for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
de_kampus for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
Watch the video preview here:
http://youtu.be/0ZZV10snvwI
Enjoy fragging at the campus! :D
Posted in Category 1, Counter Strike Map | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Counter Strike Point Blank

Welcome to Counter Strike Point Blank Unofficial Blog.
For your visitting convenience, Please follow these links
1.Point Blank Character Download for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
2.Point Blank Weapons and Inventory Download for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
3.Counter Strike Community
4.Mission log and Current Missions
5.Please report any mirror uploads and any other violations here
For everyone’s sake, please follow the rules of Counter Strike Point Blank Unofficial Blog.
All products in this blog are posted under three categories:
1. My skins(by altering textures), sound, graphic and maps. <— Considered as CATEGORY ONE
2. Skins created by others, I’m just sharing them here. For an instance, Tarantula and Hide(QBC002), Keen Eyes with helmet(CSIndonesia), Realistic Leet(CZ-Skin), etc.
3. Maps created by me and team.
3a. If I work the more portion of the map project (I am the key author), then it will be considered as CATEGORY ONE.
3b. If I work a small portion of the map project, then the key author will decide how and where to share it.
Example: Coming soon :)
For the second category, please follow respective authors’ policy. For CATEGORY ONE, please obey these rules:
1. NEVER share it to Gemscool Forum and Gamebanana. For further information, click here.
2. If you want to share my stuffs (CATEGORY ONE), you can provide a link toward this blog. For example, Download New Luxville Bomb Defuse Map here.
Mirror uploading and/or content copycatting ARE PROHIBITED.
Why? because blog and forum partners will be losing their potential traffic.
Compare these scenarios
Upload mirror—> Other people download —-> Done.
Link share—>People visit this blog—>They see our partners’ banner—>They visit our partners’ site and forum.
In a nutshell, sharing file mirror of CATEGORY ONE and/or copycatting cause disadvantages.
I’m asking for your cooperation so I can keep posting in this blog with ease and speed.
Thanks
:D
==========================================================================================
Selamat datang di blog Counter Strike Point Blank.
Untuk mempermudah dalam berjalan-jalan di sini, silakan ikuti link-link berikut
1.Download skin karakter Point Blank untuk Counter Strike 1.6 dan Condition Zero
2.Download skin senjata dan perlengkapan Point Blank untuk Counter Strike 1.6 dan Condition Zero
3.Request/Submit senjata dan map
4.Komunitas untuk berbagi cerita tentang Counter Strike
5.Status misi yang telah selesai dan yang sedang dihadapi sekarang
Demi kenyamanan bersama, harap ikuti peraturan blog Counter Strike Point Blank.
Produk yang saya post di sini digolongkan menjadi dua macam:
1. Skin hasil retexture saya, sound, graphic dan map buatan saya.
2. Skin yang dibuat oleh orang lain, saya hanya share di sini. Misalnya Tarantula dan Hide(QBC002), Keen Eyes dengan helm(CSIndonesia), Realistic Leet(CZ-Skin), dll.
3. Map yang saya buat bersama tim.
3a. Jika saya mengerjakan porsi yang lebih banyak dalam proyek pembuatan map, maka cara sharingnya sama dengan KATEGORI SATU.
3b. Jika saya hanya mengerjakan sebagian kecil, maka cara sharingnya ditentukan oleh pembuat utama mapnya.
Contoh: Coming soon :)
Untuk kategori kedua, silakan ikuti kebijakan si pembuat skin. Sedangkan untuk kategori pertama, harap perhatikan aturan berikut:
1. Jangan share skin saya dengan cara apapun ke Forum Gemscool dan Gamebanana. Selengkapnya lihat di sini.
2. Jika ingin share map atau skin kategori pertama, lakukan dengan cara memberikan link ke blog ini. Misalnya Download Map Defuse New Luxville di sini.
TIDAK BOLEH mengupload mirror di tempat lain.
Kenapa? Karena blog dan forum yang bekerjasama dengan blog ini akan kehilangan trafik potensial.
Bandingkan kedua alur ini.
Upload mirror—> Orang lain download —-> Selesai.
Share link—>Orang lain mengunjungi blog ini—>Melihat banner/link ke forum dan blog rekan CSPB—>Mereka mengunjungi blog dan forum tsb.
Kesimpulannya, menyebarkan mirror skin dan map kategori pertama akan merugikan banyak pihak.
Saya mohon kerjasama yang baik supaya kisah blog ini tetap bisa berlanjut.
Terima kasih
:D
Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , ,

Download Downgrade maps for Counter Strike and Condition Zero

As the name implies, Downgrade is not a new map at all. It was just downgraded version of Downtown, another Downtown without breakable glass, signs, and many eye-candies.
Take a look at the preview pictures:
cs_downgrade
Counter Strike Map Cs_Downgrade for Condition Zero
Counter Strike Map Cs_Downgrade for Counter Strike 1.6
Seem too plain, huh? I think so.
de_downgrade
Counter Strike Map De_Downgrade for Condition Zero
Counter Strike Map De_Downgrade for Counter Strike 1.6
But if it’s for higher FPS, it can’t be helped.
Credits:
-Level Design by David ‘DaveJ’ Johnston
-Original skybox by Valve, recolored by CounterStrikePointBlank.Wordpress.com
-WAD Texture by Sandicode & CSPB
-Screenshot for Texture by Hessho & Ridwan
-Map Reference by Fadli Koesmayadi, S.St., Sesa11jr, and Sandicode
-Mapping & compile by CounterStrikePointBlank.Wordpress.com
Intel report (Project Blackout)
In an effort to vilify The Corps, Aegis Inc has planted a vehicle in Corps regalia in the center of a major city ready to release a chemical attack. The Corps has received information and been lead to believe that if the chemical is blown up it will be made inert and not kill anyone. Prevent The Corps from destroying the vehicle before it goes off!
Aegis: Defend the objectives or eliminate the Corps presence!
Corps: Deploy bombs or eliminate the Aegis presence!
Intel report (Indonesian Point Blank)
CT-Force berencana untuk mengirimkan supply senjata melewati sebuah kota yang sepi dan sunyi. Supply senjata itu dibawa dengan menggunakan mobil dari pemerintah. Mengetahui hal ini Free Rebels berusaha untuk menghadang rute dari mobil tersebut dengan cara meledakkan jalan yang akan dilalui oleh mobil tersebut.
Links (Extra bonus included, read in these posts):
Download Cs_Downgrade for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
Download De_Downgrade for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
Posted in Category 1, Counter Strike Map | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

Righttown Episode 2: CT-Force Strikes Back!

Ok, time’s up!
As you read in the previous post, Righttown’s design is based from a classic Counter Strike map. If you answer de_dust, then you are right! :D
If not, better luck next time.
Today we have the other 2 map types:
Cs_Righttown
Counter Strike Map Cs_Righttown for Condition Zero
Counter Strike Map Cs_Righttown for Counter Strike 1.6
De_Righttown
Counter Strike Map De_Righttown for Condition Zero
Counter Strike Map De_Righttown for Counter Strike 1.6
The video preview is now available at:
http://youtu.be/mA-jp5FapXw
Credits:
-Level Design by David ‘DaveJ’ Johnston
-Original skybox by Valve, recolor by CounterStrikePointBlank.Wordpress.com
-WAD Texture by Sandicode & CSPB
-Screenshot for Texture by Hessho & Ridwan
-Mapping & compile by CounterStrikePointBlank.Wordpress.com
-Sounds by Zeppeto
Story(Cs)
Not willing to tell the whereabouts of Free Rebels, the mayor has been killed by CT-Force.
Those furious Free Rebels begin murdering uncoorporative citizens. They even took some
civilians as hostages to lure the guilty CT-Force out.
Story(De)
Not willing to tell the whereabouts of Free Rebels, the mayor has been killed by CT-Force.
The Free Rebels want to wrench their wrath upon the CT Force’s patrol vehicle and their power station.
Download Links:
Download Cs_Righttown for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
Download De_Righttown for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
Now download, play them, and happy fragging! :)
Posted in Category 1, Counter Strike Map | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Download Es_Righttown & As_Righttown for Counter Strike 1.6 and Condition Zero

Other two new maps for today.
Once you try to play these, you’ll realize that this map has a design similar to one of Counter Strike classic maps. Guess which one? :D
Please take a glance at the previews.
Es_Righttown
Counter Strike Map Es_Righttown for Condition Zero
Counter Strike Map Es_Righttown for Counter Strike 1.6
As_Righttown

Counter Strike Map As_Righttown for Condition Zero
If you find those screenshots too boring, you can see the actual maps in preview video:
http://youtu.be/HMLO6v1QMUA
Credits:
-Level Design by David ‘DaveJ’ Johnston
-Original skybox by Valve, recolor by CounterStrikePointBlank.Wordpress.com
-WAD Texture by Sandicode & CSPB
-Screenshot for Texture by Hessho & Ridwan
-Mapping & compile by CounterStrikePointBlank.Wordpress.com
-Sounds by Zeppeto
Story (As)
Not willing to tell the whereabouts of Free Rebels, the mayor has been killed by CT-Force.
Those angry Free Rebels are preparing for a revenge: to assassinate the new mayor, who is more cooperative to the CT-Force.
Story (Es)
Not willing to tell the whereabouts of Free Rebels, the mayor has been killed by CT-Force.
The Free Rebels aware that they are outnumbered and outpowered. In a pinch, they decide to leave Righttown and look for another hideout.
Download Links:
Download As_Righttown for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
Download Es_Righttown for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
And now you might be wondering about the other gameplays, De and Cs. Yes, we also have De_Righttown and Cs_Righttown for future updates. So stay tuned! :)
Posted in Category 1, Counter Strike Map | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

Download Downtown maps for Counter Strike 1.6 and Condition Zero

Today we have two maps: de_downtown and cs_downtown. By all means, they are not the real edition, but Counter Strike version. We have some parts removed, replaced, and added some new structures, as well as three surveillance cameras. Both teams can utilise them near the spawn points, just like in Cs_Assault.
Here are some previews:
Cs_Downtown
Counter Strike Map CS Downtown for CS 1.6
Counter Strike Map CS Downtown for Condition Zero
De_Downtown
Counter Strike Map De Downtown for Condition Zero
Counter Strike Map De Downtown for CS 1.6
Credits:
-Level Design by David ‘DaveJ’ Johnston
-Original skybox by Valve, recolored by CounterStrikePointBlank.Wordpress.com
-WAD Texture by Sandicode & CSPB
-Screenshot for Texture by Hessho & Ridwan
-Map Reference by Fadli Koesmayadi, S.St., Sesa11jr, and Sandicode
-Mapping & compile by CounterStrikePointBlank.Wordpress.com
Intel report (Project Blackout)
In an effort to vilify The Corps, Aegis Inc has planted a vehicle in Corps regalia in the center of a major city ready to release a chemical attack. The Corps has received information and been lead to believe that if the chemical is blown up it will be made inert and not kill anyone. Prevent The Corps from destroying the vehicle before it goes off!
Aegis: Defend the objectives or eliminate the Corps presence!
Corps: Deploy bombs or eliminate the Aegis presence!
Intel report (Indonesian Point Blank)
CT-Force berencana untuk mengirimkan supply senjata melewati sebuah kota yang sepi dan sunyi. Supply senjata itu dibawa dengan menggunakan mobil dari pemerintah. Mengetahui hal ini Free Rebels berusaha untuk menghadang rute dari mobil tersebut dengan cara meledakkan jalan yang akan dilalui oleh mobil tersebut.
Links:
Download Cs_Downtown for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
Download De_Downtown for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
Watch CS_Downtown preview on Youtube
Posted in Category 1, Counter Strike Map | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments

Download Aim_Badlands for Counter Strike 1.6 and Condition Zero

Aim_Badlands in-game previews:
CStrike Map Aim_Badlands in Condition Zero
Counter Strike Map Aim_Badlands in Condition Zero preview
The land is called “Badlands” because people
do something bad there. Yes, they are killing
each other! But this is just a game, so you
can be revived again and again no matter how
many times they pwn you. Happy fragging!
Objectives
———–
Counter-Terrorists: Eliminate the whole
terrorists.
Terrorists: Eliminate all Counter-Terrorist
troops.
Extra notes
———–
Ignore the bombsites. They were made to fool
the fools and outsmart the not-too-smarts.
Credits
=========
Texture: Counterstrikepointblank
Mapping: Counterstrikepointblank
Compile: Counterstrikepointblank
Watch the preview video here:

The compile took long time, approximately 4 hours. One time it reached 6 hours of compile -our mistake. That’s why you are waiting for so long. But it’s worth waiting for! Just try it :)
Download Aim_Badlands for Counter Strike 1.6 and Condition Zero
Posted in Category 1, Counter Strike Map | Tagged , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

SSAT (Sea Special Assault Team) Character Skin for Counter Strike 1.6 and Condition Zero

Blogroll

Blogger templates

About